Rabu, 05 Juni 2013

Pesantren Gratis di Karatungan


            BARABAI – Pondok Pesantren Subulussam, Desa Karatungan, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah jadi pesantren gratis di pelosok Batang Alai. Pusat pendidikan anak cabang Pondok Pesantren Darussalam, Martapura nomor 172 itu dijamin tidak memungut  biaya pendidikan seperpun untuk putera puteri bumi murakata.
            Pimpinan Pondok Pesantren Subulussam, Akhmad Junaidi Mukti menjamin, tidak menarik ongkos belajar dan segala aktivitas lainnya. Sedangkan, kitab kuning juga gratis, bantuan itu berasal dari bantuan Ponpes Darussalam. Khusus tenaga pendidik, ujar Mukti, berasal dari alumni Darussalam dan Ibnul Amin, Pemangkih, sebanyak 10 orang.
            “Kehadiran pesantren di Limpasu diharapkan bermanfaatkan dan berkah,” kata Akhmad Junaidi Mukti, usai prosesi peresmian dimulainya kegiatan belajar dan mengajar ilmu agama, kemarin.
Kecamatan paling muda di Hulu Sungai Tengah menjadi salah satu alternatif pendidikan warga kawasan Meratus. Apalagi, di Limpasu telah berdiri 52 tempat ibadah padahal luasan wilayah hanya 67,7 km persegi. Otomatis, membutuhkan generasi yang pandai dalam bidang ilmu keagamaan dan bisa mengelola atau mengabdi pada masyarakat di sekitar rumah ibadah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan HM Yusuf  yang meresmikan dimulainya proses belajar mengatakan, pondok pesantren Subulussalam bisa menambah kultur agamis di Hulu Sungai Tengah. Diakuinya, degradasi generasi muda saat ini cukup mengkhawatirkan, kehadiran pesantren gratis tersebut bisa jadi pemicu lebih baik.
Yusuf minta, Pondok pesantren tersebut jadi pilar pembentukan akhlak generasi muda yang lebih konsistensi dalam menjalankan peran. Lembaga pendidikan agama, menurut Yusuf, penting mencetak kader dai yang diterjunkan di masyarakat.(amt)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MATERI BERITA