Senin, 30 Juni 2014

Kontraktor Meradang, Proyek Besar Tal Kunjung Dilelang


        BARABAI – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 telah lama disahkan. Nilainya pun sangat besar, bahkan dua kali lipat dibanding tahun 2010 lalu. Namun, itu bukan patokan proyek akan lancar dijalankan. Bisa dibayangkan, memasukin Juni 2014, belum ada satu pun proyek besar yang nilainya diatas Rp 10 miliar berhasil dilelang. Hal itu mengakibatkan, belum ada kegiatan infrastuktur yang nampak.
        Berlarut-larutnya proses lelang membuat puluhan kontraktor gerah. Keterlambatan tahun ini dinilai paling parah dalam sejarah Barabai bahkan jadi preseden buruk. Memang ada yang berhasil dilelang, tapi nilainya masih skal kecil dan itu pun baru bulan ini juga.
“Saya prihatin dengan kondisi tahun ini di Barabai. bagaimana kontraktor mau bekerja maksimal bila lelang sangat lambat, saya yakin banyak masalah di lapangan dan kontraktor enggan mengambil resiko bila terlambat begini,” kata Ketua Kadin HST H Abdul Latief, kemarin, (15/6) siang.
        Ia mencontohkan proyek di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Hulu Sungai Tengah. jika tahun lalu nilai proyek yang diluncurkan sedikit tapi cepat, tapi kali ini setelah mendapat dana sekurangnya Rp 250 miliar lebih kenapa menjadi lamban dan belum satu pun proyek yang berhasi di lelang di Bina Marga. Seharusnya, kata Latief, mereka makin gesit bukannya melempem.
        Teman-teman kontrator, ujarnya  sangat takut proyek mangkrak dan bisa bermasalah serta jadi perkara hukum. Semua harus membuka mata, dengan lelang lambat, proses pekerjaan sangat sulit dilaksanakan. Ia mencontohkan, tak lama lagi memasuki Bulan Suci Ramadan, dan menghadapi dua kali hari raya.
Itu masih nonteknis, bila menang, banyak persiapan yang wajib disediakan mulai tenaga kerja dan material. Semua bisa menyiapkan ujarnya, tapi bila dalam waktu yang mepet semua pasti membutuhkan cost besar. Apalagi bila proyek turunnya bersama-sama, bagaimana mendapat material dengan harga konpetitif.
        “Semua pekerjaan yang tergesa gesa tidak akan maksimal, coba kabupaten lain semua mulai bekerja dan lelang hampir rampung. Kasihan pengusaha Barabai kalau lelang saja keteteran bagaimanan bila proyek sudah jalan,” kata Politisi Golkar yang terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Kalsel tahun 2014 ini.
Semua pihak harus paham, ujarnya, proses dari pertama ULP sampai disahkannya ketuk palu tidak sebentar sampai terbit putusan. Tidak ada pekerjaan bisa sekaligus, itu baru proses lelang. Nah, kalau sampai Juni belum ada lelang dan tidak ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan. Proses pelayanan kepada masyarakat bisa terancam. Ia takut, bila semua proyek besar justru mangkrak di 2014 ini.
        Salfia Riduan dari Komisi III juga mendesak agar pekerjaan cepat digelar demi kepentingan masyarakat. Ia menuntut eksekutif bekerja lebih giat dan tidak melambat-lambatkan pekerjaan penting. Selian itu, Salfia mengkritisi penempatan personil di bidang tertentu yang ternyata bukan ahlinya. Ia minta diisi oleh orang yang ahli berpengalaman. Kalau sudah begini, konsekuensi berat.
”Kalau tidak ada bisa bekerja ganti saja dengan yang lain dan sudah berpengalaman, toh selama ini tidak pernah ada masalah berat dan bisa diselesaikan, kenapa tahun 2014 ini jadi makin buruk,” katanya Salfia.
        Sedangkan Muhammad, Kepala Bidanga Bina Marga PU HST mengakui belum ada proyek yang dilelang. Pekan ini dijanjikan memasuki tahap lelang dan selama ini masih dalam persiapan, sedangkan Kepala ULP Ahmad Gazali membenarkan baru mengumumkan lelang. Ia mengaku sejak lama minta agar secepatnya ada limpahkan dokumen lelang paket pekerjaan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP).
        “Kami ini tupoksinya jelas dan menerima serta menindaklanjuti dokumen lelang, bila cepat, kami cepat juga bekerja,” katanya Gazali saa dihubungi melalui telepon genggamnya.(amt)

HST Kekurangan 3.172 Surat Suara Pilpres


-       Siapkan 1 Alat Bantu Kaum Difabel  Tiap TPS
BARABAI – Logistik pemilihan presiden mulai tiba. Terhitung sekitar 188.216 surat suara telah diterima oleh Komisi Pemilihan Umum Hulu Sungai Tengah. dan jumlah itu ternyata masih kurang sekitar 3.172 surat suara. realisasi jumlah itu berdasarkan daftar pemilih tetap ditambah 2 persen.
Sedangkan  Total daftar pemilih tetap (DPT) Hulu Sungai dipastikan 187.067 orang. jumlah itu berdasarkan hasil pleno terbuka penetapan DPT belum lama tadi dan dihadiri sejumlah tim pemenangan dua calon presiden dan wakil presiden 2014.
”Kekurangan itu secepatkan kami laporkan ke KPU pusat, kendati jumlah itu cukup tapi kami perlu tambahan 2 persen tambahan suara,” kata Abdul Hadi, Komisioner KPU HST, kemarin.
Menurutnya, KPU Daerah sifatnya lebih banyak menunggu karena pengadaan logistik penting semuanya dari Pusat dan beberapa item KPU Provinsi. ia yakin, kekurangan itu secepatnya dikirim ulang. Hal itu sesuai komitmen KPU Pusat. bahkan, beberapa formulir, segel, dan hologram belum tiba. Saat ini, hanya tinta pemilih yang lengkap sekitar 1.276 buah.
Dijelaskan Hadi, tiap tempat pemungutan suara disiapkan alat bantu untuk kaum difabel dengan format braile. Ia berharap, alat bantu itu memudahkan mereka menyalukan hak suaranya.. Alat bantu itu pun masih belum datang. Semua logistik tetap disimpan ke Gedung Olahraga 24 Desember Sasana Krida Barabai. dan, sejak kemarin surat suara mulai dilipat.
Sedangkan logistik lain yang menjadi kewajiban provinsi juga belum tiba seperti Formulir C2. Ia yakin, logistik datang sesuai jadwal dan semua telah usai sebelum hari H. Sedangkan kotak suara dijamin aman, stok tersedia dan masih bagus totalnya sekitar 2.552 dan kebutuhan sementara sekitar 1.276 kotak suara.
“Tugas KPU HST hanya menyiapkan beberapa logistik alat tulis seperti pulpen dan kebutuhan kecil-kecil lainnya. Khusus simulasi kami belum mengetahui, KPU HST tidak memiliki anggarannya,” katanya lagi.
Ketua KPU HST Subhani mengatakan, pemilu tahun ini lebih sedehana tapi tetap rumit, pasalnya, satu suara sangat berharga dan bisa memicu konflik. dari catatannya, pemilih perempuan lebih besar yaitu  94.513 orang sedangkan laki-laki hanya 92.554 pemilih. Jumlah pemilih pilpres meningkat dibanding saat pileg.
Kepastian sementara yaitu, se hst tetap 11 kecamatan dan 169 desa/kelurahan, tempat pemungutan suara juga tetap yaitu 638 unit. Kedepan, KPU masih masih menunggu pemilih khusus dan pemilih khusus tambahan dan semua DPT sudah diserahkan softcopy by name kepada tim pemenangan kedua calon presiden.(amt)
Pengayom dan Peduli TK/TP Alquran
-       Bupati Harun Terima Anugerah Fasi IX Tingkat Nasional
        BARABAI – Bukti Pemerintah Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Tengah bekerja keras terbayar dengan beragam apresiasi penting pada 2014 ini. Kurun sebulan terakhir, bumi murakata berhasil membukukan catatan gemilang dengan beragam penghargaan penting tingkat nasional, seperti Adipura 2014 dan Manggala Karya Kencana. Keduanya, diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono.
Torehan tinta prestasi bertambah dalam audit laporan keuangan. Dibawah kepemimpinan Bupati H Harun Nurasid, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2013, Kamis (19/6) di Kantor BPK RI Banjarbaru.
Capaian itu makin bermakna, pasalnya, Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid berhasil meraih Anugerah FASI IX Tingkat Nasional dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia. Penghargaan langsung diserahkan oleh Menko Kesra RI Agung Laksono saat Pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) IX Tingkat Nasional, Sabtu (21/6) di Grand Hall, Universitas Telkom Bandung Jawa Barat.
        Bupati HST H Harun Nurasid dinilai memiliki dedikasi kuat serta peduli kepada TK/TP Alquran. Dan, tanpa bosan memberikan semangat serta motivasi kepada pelaku utama serta garda terdepan tumbuh kembangnya TK/TPA. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dikenal paling mengayomi lembaga pendidikan pencetak anak saleh tersebut.
TK/TP Alquran di Hulu Sungai Tengah terbesar  se Kalimantan Selatan. Tercatat sekitar 315 unit TK/TPA bertebaran di murakata dengan 26 ribu lebih santri dan disokong 1.935 ustadz/ustadzahnya. Bupati HST H Harun Nurasid mengatakan, sekitar Rp 10 miliar dialokasikan untuk pengembangan pembangunan keagamaan termasuk pembinaan anak soleh dan 26 ribu santri TK Alquran.
Ia berharap, ada semangat mencetak anak soleh di Hulu Sungai Tengah. FASI, terang Harun, salah satu ajang mencetak anak saleh yang beraklak mulia. Ia berharap, peserta didik terus menerus ditanamkan nilai moral dan agama sejak dini agar tidak terombang ambing oleh keadaan yang bisa merusak.
“Seluruh penghargaan ini dipersembahkan untuk masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan terima kasih kepada waga bumi murakata turut aktif  mengambil peran di segala lini,” katanya sembari menerangkan bahwa, tidak mungkin ada keberhasilan bila tidak ada kebersamaan dan peran aktif dari semua pihak.
Ketua BKPRMI Pusat H Said Ali Al Idrus mengucapkan selamat kepada kepala daerah yang mendapat anugerah tersebut.  FASI IX Tingkat Nasional diharapkan mampu memupuk rasa kecintaan anak-anak Indonesia kepada masjid dan jadi penerus yang memakmurkan masjid di tengah-tengah benturan zaman.
Menkokesra RI Agung Laksono saat membuka pelaksanaan FASI IX Tingkat Nasional mengatakan, festival anak saleh merupakan bentuk pembelajaran kepada anak sejak dini khususnya di bidang agama, sehingga akan membantu membentuk karakter dan moral yang tangguh.(adv/humashst/amt)



Keterangan foto

OPINI WTP -  Bupati HST H Harun Nurasid Menerima LHP dari Suyatna, Kepala BPK-RI Perwakilan Banjarmasin .
APRESIASI - Foto bersama jajaran BPK-RI Perwakilan Banjarmasin dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
PERTAHANKAN! -  Ketua DPRD HST H Gusti Rosyadi Elmi, Lc Menerima LHP dari Suyatna, Kepala BPK-RI Perwakilan Banjarmasin.

Hulu Sungai Tengah Raih Opini WTP
BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid mengapresiasi seluruh jajarannya dari Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Dinas/Badan/Kantor, Camat sampai dengan staf pelaksana. Ia menilai, selama ini semua lini itu telah bekerja sangat keras dan mampu bersinergi meraih target untuk mewujudkan audit keuangan Opini  Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Selatan.
Dibalik itu, ia sangat paham kewajaran informasi dalam  bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat itu memiliki konsekuensi tanggung jawab moral. Makanya, Bupati Harun minta seluruh jajarannya tidak terlena dan justru puas dengan  pemberian Opini WTP tersebut. Pasalnya, mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja dalam penatausahaan adminstrasi keuangan dan aset daerah menyatu dalam pembinaa serta pengawasan terintegrasi oleh seluruh SKPD secara profesional sangat berat.
Hal itu diungkapkannya menyusul pernyataan  langsung dari Suyatna, Kepala Perwakilan VI  Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK)-RI Banjarmasin, yang mengakui Hulu Sungai Tengah meraih Opini WTP  saat acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2013 Pemkab HST, di Kantor BPK-RI Banjarbaru, (19/6) tadi.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personil, jajaran pimpinan SKPD telah membuktikan komitmennya penuh kesungguhan, dedikasi. Tekad, dan berikhtiar  luar biasa untuk meuwujudkan komitmen bersama meraih WTP serta selalu meningkatkan pengelolaan keuangan dan aset daerah,” kata H Harun Nurasid.
Ia membenarkan, kedepan, tanggung jawab moral lebih berat untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja dalam penatausahaan adminstrasi keuangan dan aset daerah. Secara khusus melalui Bagian Keuangan, Bagian Aset Daerah serta  Inspektorat. Semua harus terlibat agar laporan keuangan dibuat dan disusun berdasarkan standar akuntansi.
Kepala Perwakilan VI BPK-RI Perwakilan Banjarmasin, Suyatna, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mampu meraih opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daeah (LKPD) TA 2013. Suyatna berpesan, Kepada Bupati Harun dan seluruh jajaran bertekad mempertahankan prestasi meraih Opini WTP dengan terus meningkatkan dan optimalisasi pengelolaan keuangan dan aset daerah.
“Mempertahankan Opini WTP  akan lebih berat dari meraihnya, terlebih penyusutan aset akan menjadi item penting untuk diperhitungkan pada audit tahun 2015,” pungkasnya.(adv/humashst/amt)


Rosyadi: Buah Kerja Keras-Pertahankan!
BARABAI - Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dibawah kepemimpinan Harun dalam meraih Opini WTP dari BPK-RI membuat Ketua DPRD HST H Gusti Rosyadi Elmi, Lc serta jajarannya bangga dan megangaku salut atas capaian itu.
“Saya ucapkan selamat dan selamat atas keberhasilan meraih WTP. Hal ini merupakan buah dari kerja keras secara bersama-sama oleh seluruh jajaran pemerintah daerah yang penuh kesungguhan dan keseriusan,” ujar Rosyadi usai acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daeah (LKPD) TA 2013.
Menurut Rosyadi, keberhasilan meraih WTP merupakan sebuah catatan  baru bagi perjalanan pemerintahan di  Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pasalnya, baru dibawah pemerintahan daerah yang ada inilah HST mampu meraih WTP.
“Hal ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan untuk masa-masa mendatang” ingatnya.
Sekadar diketahui, Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daeah (LKPD) TA 2013 pada Pemkab HST oleh BPK-RI merupakan implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan tanggung Jawab Keuangan Negara sesuai ketentuan Pasal 17 ayat (3).(adv/humashst/amt)

Sambut Ramadan, dan Syukuran Prestasi HST


- Ariffin Ilham Pimpin Murakata Berzikir
BARABAI – Untuk kesekian kalinya, Ustad HM Ariffin Ilham datang ke Barabai. dai muda terkenal dengan metode dakwah zikir itu memimpin doa bersama bagi kesejahteraan bumi murakata. Seperti biasa, ia tetap konsisten menyebarkan 7 amalan sunaah Rasullah dan mengajak seluruh umat razin bertobat dari seluruh dosa.
Murakata Berzikir yang dipusatkan di Lapangan Dwi Warna Barabai sendiri dihadiri ribuan jamaah dari pelosok Hulu Sungai Tengah,  Sabtu (21/6) malam tadi. Kehadiran Ariffin Ilham sendiri untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan serta ucapan rasa syukur dengan beribadah karena HST sukses meraih Adipura 2014, Manggala Karya Kencana, Opini Wajar Tanpa Pengecualian, serta Anugerah FASI IX Tingkat Nasional.
Sekda HST HA Agung Parnowo mengajak seluruh warga bersyukur bahwa kerja keras membuahkan hasil. Ia sangat berharap ada kerjasama yang apik antara masyarakat dan pemerintah serta stackholder lain dapat terus memajukan pembangunan di banua kita.
Sedangkan Arifin Ilham dalam tausiyah juga mengajak jamaah tetap ingat dunia akhirat. Menjaga keimanan, ketakwaan, berlaku jujur, istikamah dan selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah Swt. Bila ada masalah, ujarnya, serahkan semua kepada Allah Swt. Salah satu yang diingatkanya tentu saja rajin bersedekah.(av/humashst/amt/
al/bin)

Letkol Inf Hendri Komandan Baru Yonif 621 Manuntung


BARABAI – Letkol Inf Hendri resmi menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 621/Manuntung. Ia menggantikan posisi Letkol Inf Wahyu Lidi Yudha Irawan yang menempati pos baru sebagai Dandim 0908/Bontang.
Serah teriam Jabatan kedua lulusan Akmil 1997  itu dipimpin oleh Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Suharjono, Sabtu (21/6) siang di Markas Yonif 621 Manuntung, Barabai.
Serah terima jabatan yang diisi demonstrasi serta ketangkasan TNI AD dalam menghadapi gerakan bersenjata pengacau keamanan itu berlangsung sangat meriah, selain dihadiri ratusan undangan mulai pejabat, pengusaha, tokoh masyarakat juga diisi acara pisah sambut yang sangat berkesan bagi seluruh prajurit tempur.
Kolonel Inf Suharjono menilai, rotasi dalam tubuh organisasi TNI adalah dinamika biasa. Dan, proses pembinaan yang senantiasa berlangsung secara terencana, sistematis, dan berlanjut dengan konsisten.
Amanat organisasi itu salah satu pola pembinaan karier bagi perwira yang telah layak dan pantas mendapat jabatan lebih baik dalam rangkaTour of Duty  maupun Tour Of Area.“Yaitu untuk menambah pengalaman yang berbeda serta menambah wawasan berpikir pada berbagai keragaman wilayah,” pungkasnya.(av/humashst/amt/
al/bin)


Harun : Jangan Golput saat Pilpres


-       Ingatkan lagi 13 Arahan dan Instruksi Presiden
        BARABAI – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Hulu Sungai Tengah kembali mengingatkan kembali 13  arahan dan instuksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jelang Pemilihan Umum 2014. Tujuannya, semua pihak harus aktif melaksanakan pemilu yang fair dan demokratis.
        Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, di Pendopo, Rabu (25/6) siang. Rapat bertajuk “Sinergitas Baik Semua Elemen dan Komunikasi serta Koordinasi Maksimal Wujudkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang Aman, Damai, dan Kondusif” dibuka oleh Bupati HST H Harun Nurasid serta pemateri dari Kapolres HST, Dandim 1002/Barabai, dan KPU HST.
        Kepala Kesbangpol HST H Abdul Gafar berharap, ada pemahaman seluruh elemen serta menciptakan sinergitas antar penyelenggara pemilihan umum, pemerintah dan pemerintah daerah. Dan, mengimplementasikan kewajiban pemerintah dan pemda guna memberikan bantuan dan fasilitas demi mendukung kelancaran pelenyenggaraaan pilpres dan wakil pilpres.
        Bupati HST H Harun Nurasid memuji selama pemilihan anggota DPRD Hulu Sungai Tengah berjalan lancar dan kondusif. Ia menilai, peran KPU, Panwas, Polisi, dan TNI telah bekerja maksimal sehingga partisipasi saat pileg sangat tinggi mencapai 82 persen lebih. Hasil baik itu harus lebih meningkat saat pemilihan presiden dan wakil presiden.
        “Paling tidak partisipasi saat pilpres lebih 80 persen dan jangan Golput dan mengingat 13 instruksi dan arahan presiden,” Pungkasnya.(av/humashst/amt/
al/bin)

Pastikann Pembagian PKH Tepat Waktu


BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid memastikan pembagian dana Program Keluarga Harapan (PKH) berjalan lancar. Selama tiga hari terakhir, ia memantau 5 lokasi terpisah yang jadi pusat pembayaran dari 11 kecamatan se Hulu Sungai Tengah. kemarin (25/6) saja ia kembali meninjau Kantor Pos Pagat dan Ilung.
Ia berharap, Program Keluarga Harapan atau PKH yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan ditetapkan sebagai peserta PKH berjalan lancar. Proses bisa lancar bila peserta PKH memenuhi persyaratan dan komitmen. Tujuan akhirnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti  pendidikan dan kesehatan.
Sebanyak 2.328 penerima tahap pertama tahun 2014 memang dibagi dalam beberapa kantor layanan yaitu Kantor Pos Limpasu, Kantor Desa Nateh dan Batang Alai Timur, Kantor Pos Birayang, Pagat, Hantakan, Kantor Pos Ilungm dan Kantor Pos Pandawan. Menurut Kepala Kantor Pos Cabang Barabai Sumista, semua dibagikan semua jadwal yang dibuat agar dan tela diketahui oleh penerima
Menurutnya, pembagian dana dimulai sejak 24 Juni dan berakhir pada hari ini, 26 Juni 2014. Totalnya total bantuan Rp 739 juta lebih. Penjadwalan sesuai jumlah penerima tiap kantor pos, ada yang penerima banyak dibutuhkan waktu selama 2 hari penuh.
Kepala Disnakertransos HST, H Ainur Rafiq mengatakan, jumlah  pembagian dana berbeda-beda tergantung kondisi keluarga. PKH memberikan sekitar Rp 125 ribu untuk ibu yang memiliki satu anak usia sekolah dasar serta kelipatannya. peserta PKH juga mendapatkan program bimbingan serta ada monitoring terus menerus serta evaluasi.
ukan pembagian dana PKH ini.(av/humashst/amt/al/bin)

TPA Telang Terapkan Standar Sanitary Landfill


BARABAI - Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) HST terus memaksimalkan pengelolaan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di desa Telang , Kecamatan Batang Alai Utara. Hal ini terlihat dari lengkapnya sarana yang ada di TPA tersebut untuk pengelolaan sampah yang lebih maksimal.
Sarana TPA Telang seluas 9.067 hektar lebih itu dilengkapi jembatan timbang, pencucian truk, garasi alat berat, dan rumah kompos yang didalamnya ada bank sampah sekaligus memperkuat 7 bank sampah lain tersebar se Hulu Sungai Tengah. Dengan terminologi TPA Sanfil pada akhirnya TPA bakal menjadi Tempat Pemrosesan Akhir.
Sampah ternyata memiliki  manfaat yang sangat besar untuk energy alternative bahan bakar dan pemanfaatan biogas yang dihasilkan oleh sampah ini ternyata sudah diterapkan di
TPA Telang yang memaksimalkan pemanfaatan 5 titik gas metan yang ditemukan dan disalurkan ke beberapa rumah masyarakat sekitar lingkungan TPA Telang yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak.
Menurut Kepala BPLH kabupaten HST, H Akhmad Tamzil saat ditemui di lokasi TPA desa Telang, gas hasil dekomposisi sampah biasanya terdiri dari 50 persen metana dan 50 persen karbon dioksida. Gas metana tersebut sama dengan gas alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.Agar gas tersebut dapat dikumpulkan dan digunakan, diperlukan lahan penimbunan yang disebut dengan engineered sanitary landfill. Kemarin.
“Pada bagian teratas terdapat lapisan tanah penutup yang menjaga proses anaerobik dan mencegah masuknya air hujan yang bisa menciptakan air lindi yang mengandung zat pencemar, dan Standar Sanitary landfill tersebut sudah kita terapkan di TPA Telang ini, sehingga pemanfaatan Biogas dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Bupati HST H Harun Nurasid mengungkapkan pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar ini merupakan kabar bagus bagi masyarakat HST karena HST dapat menghasilkan energy alternative sendiri. “Semoga kedepannya kita dapat terus memaksimalkan pemanfaatan biogas ini sehingga dapat dinikmati masyarakat secara luas untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Kedepan, TPA Telang canangkan jadi salah satu alternatif lahan pembelajaran sebagai bumi perkemahan seiring terus dihijaukannnya lokasi tersebut. Aset TPA Telang juga digunakan untuk membangun taman kehati alias taman keanekaragaman hayati sebagai bentuk mengendalikan kerusakan lingkungan.(amt)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

Pertajam Kesolehan Sosial Saat Ramadan
Selamat Bertemu lagi Bulan Ramadan 1435 H, Bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah itu adalah bulan suci, penuh keberkahan, dan menyimpan sejumlah keutamaan. Tiap mukmin berhasrat menuntut kebajikan dengan segala aktivitas keagamaan seperti puasa, Salat Tarawih, mengamalkan Alquran, dan membayar Zakat Fitrah. Simbol Islam sangat berwarna kala umat berlomba-lomba berbuat kebajikan. Tidak cukup soleh individual, tapi  dituntut menjadi umat yang soleh sosial.
Ramadan bulan sarat hikmah, kedudukannya begitu spesial dihati tiap mukmin dengan janji   Allah Swt melipatgandakan semua amalan. Euforia itu juga terasa dari para wakil rakyat yang selama ini berjuang demi kemaslahatan dan kebaikan bumi murakata. layaknya perjalanan panjang, Ramadan adalah wahana persinggahan sejenak dari rutinitas untuk merefleksikan yang telah kita jalani sembari momen tetap menyiapkan diri menghadapi bulan selanjutnya.
Terang saja, Puasa sejatinya manifestasi sikap egaliter dalam entitas kehidupan sosial. tidak ada beda si paria dan kaya, ketika rasa lapar dan haus mendera. Secara sederhana, kesalehan sosial dimaknai sebagai kepedulian, sikap empati, dan toleran terhadap lingkungan sekitar. Sewajarnya, bila kita peduli dengan kehidupan dan pembangunan banua adalah bagian dari nilai totalitas ketaqwaan terhadap Sang Khalik.
Kehidupan sosial akan mampu mencapai fase paripurna, bila tiap mukmin dalam kehidupan sosialnya mampu menumbuhkan sikap sensitif terhadap rasa sakit dan derita yang dialami sesamanya. Tidak cukup rasanya sekadar kesalehan ritual atau Hablum Minallah, seharusnya kita makin menajamkan Kesalehan Sosial alias Hablum Minannas untuk kebaikan bumi murakata yang makin sejahtera, mandiri, dan unggul, dan istiqomah.
Tanpa mengabaikan ibadah pribadi, Warga Hulu Sungai Tengah siapa pun itu, selayaknya berusaha keras menjadi mukmin yang konsen memperhatikan sesama, menelorkan jalan keluar bagi umat. Pasalnya, kesolehan sosial itu menciptakan warga yang yang peduli, peka, suka berpikir, santun, hobi menolong, bekerja keras, bergairah berbuat kebajikan untuk rakyat, bersemangat meningkatkan kreativitas, konsisten. Kami nilai itu adalah efek dari ritual pribadi yang tak bisa dipisah-pisahkan. Artinya, makin baik ritual pribadi, terpancar dari bagus tidaknya dalam kesolehan sosial.
Tak salah, pendahulu kita menancapkan kata Murakata bagi Hulu Sungai Tengah. makna mendalam itu bentuk kesolehan sosial, intisari sinergi positif itu adalah kepanjangan dari mufakat, rakat, seia sekata. Akhirnya, selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kita tergolong hamba-Nya yang mampu menggapai derajat muttaqin setelah menggembleng diri di kawah candradimuka Ramadan.(adv/humasdprdhst/amt)

Syukuran Manggala Karya Kencana


BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar syukuran beragam prestasi yang diraih rentang 2014 ini. Selain meraih Adipura, Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Anugerah FASI IX, bumi murakata juga membawa pulang dua Manggala Karya Kencana bagi Bupati HST H Harun Nurasid dan Ketua TP PKK Hj Tintainah Harun Nurasid.
Syukuran di lantai 2 Gedung Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga dihadiri Petugas Lapangan KB, Asisten II H Hasbi, Kepala Disnakertransos Ainur Rafiq, Inspektor Sabirin, Kepala Kantor Cabang Barabai PT Pos Indonesia Sumista.
Bupati HST Dr H Harun Nurasid mengaku rasa syukur atas diraihnya lambang supremasi beragam keberhasilan termasuk supremasi d bidang KB yaitu anugerah Manggala Karya Kencana bagi HST Tahun 2014.“Dengan berjalannya program kependudukan dan KB di HST, maka telah membantu pemerintah dalam menekan angka kelahiran di Indonesia,” tambahnya.
Harun menilai, penghargaan bukan tujuan utama, sejatinya, masyarakat bisa terlayani dengan baik dan tercipta kesadaran untuk merencanakan keluarga agar terjamin kesehatan pendidikan dan kebutuhan gizinya.(amt)

Muslimat NU Miliki Gedung PAUD


BARABAI - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Hulu Sungai Tengah Hj Tintainah Harun Nurasid resmikan Gedung Baru PAUD Muslimat NU Cabang Labuan Amas-Haruyan.Gedung itu berlokasi di Komplek Pendidikan Muslimat NU Haruyan samping Aliyah NU.
Ketua TP PKK HST dan Bunda PAUD HST Hj Tintainah Harun Nurasid berpesan, ada semangat semua elemen memajukan pendidikan di bumi murakata. Gedung baru itu, ujarnya, jadi momentum dan dapat memberikan kesempatan warga Haruyan menyekolahkan puteri puterinya sedini mungkin.
Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Labuan Amas-Haruyan Hj Tri Murti menyatakan salut Bunda PAUD bersedia hadir meresmikan ruang berlajar mengajar. Hj Tintainah Harun Nurasid, terangnya, adalah anak tokoh pemuka muslimat NU HST.”Dan ini suatu kebanggan bagi kita bisa bersilaturahmi dengan beliau dan muslimat NU se Kalsel,” kata Tri Murti.
Sedangkan Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Kalsel Hj Murniati menyampaikan, peresmian gedung dirangkai kegiatan silaturahmi ke 15. Hingga saat ini Muslimat NU Kalsel memiliki 19 cabang.“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah antar pengurus Muslimat NU se Kalsel,”pungkasnya. (av/humashst/amt/al/bin)

Pasar Ramadan Resmi Beroperasi


BARABAI – Pasar Ramadan atau pasar wadai yang dikelola Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah resmi beroperasi. Pemanfaatan sebanyak 117 kios selama satu bulan bulan itu penuh dibuka oleh Bupati HST H Harun Nurasid bersama Ketua TP PKK HST Hj Tintainah Harun Nurasid, Minggu (29/6) sore.
Kuliner bumi murakata yang terkenal nikmat dan rasanya lain disbading milik daearah lain bakal diserbu pembeli dari luar daerah. Seperti tahun sebelumnya, pengunjung dari Banua Anam selalu menyempatkan berkunjung ke Barabai. Sekadar mencari wadai yang hanya ada saat Ramadan tiba.
“Mari kita menyambut tamu yang akan datang. Buat mereka nyaman saat datang dengan menjaga kebersihan dan parkir yang dikelola yang baik,” Pesan Bupati HST Dr H Harun Nurasid saat membuka Pasar Wadai Ramadan.
Kendati sederhana, ujar Harun, Pasar Wadai wajib dikelola dengan professional dan tiap tahun harus ada kreasi yang baru dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua pedagang harus mewujudkan pasar  yang nyaman dan lebih hidup.(av/humashst/amt/al/bin)


Rabu, 18 Juni 2014

Dua Lansia ini Dapat Asistensi Sosial Lanjut Usia


Kustaniah dan Juwairiyah Senang
-

BARABAI - Kustaniah (74) dan Juwairiyah (80) warga Ilung Kecamatan Batang Alai Utara (Batara) merasa kaget sekaligus senang. Dua lansia itu mendapat bantuan Asistensi Sosial Lanjut Usia ((Aslut) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).\
Kustaniah dan Juwairiyah sejatinya tidak menyangka mendapat apresiasi dan bantuan langsung tersebut. Kedepan, ia akan mendapat bantuan tunai rutin Rp 200 ribu setiap bulannya. “Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah khususnya Bupati HST yang telah memperhatikan kehidupan kami yang sudah tua ini,” kata Kustaniah terharu.
Nenek yang hidup sebatang kara ini mengaku kalau uang ini akan digunakan untuk keperuan sehari-hari karena ia sudah tidak bekerja lagi, dan tidak memiliki penghasilan sendiri. dana itu memang berasal dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial kabupaten HST. Dan secara simbolis diserahkan oleh Ketua TP PKK HST Hj Tintainah Harun  Nurasid didampingi oleh Bupati HST Dr H harun Nurasid.
Selain penyerahan bantuan aslut, pada kesempatan itu, Bupati HST Dr H Harun Nurasid juga menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) Lansia kecamatan Batang Alai Selatan dan penyerahan bahan untuk padat karya produktif jamur tiram di Desa Bakapas Kecamatan Barabai.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial kabupaten HST H Ainur Rafiq menuturkan, Aslut diprioritaskan bagi warga lanjut usia di atas 60 tahun untuk dana jaminan hidup sekaligus mewujudkan dan memelihara taraf kesejahteraan serta memperpanjang usia harapan hidup.
Dari catatannya, sebanyak 70 orang berhak mendapat bantuan Aslut, terdiri dari 25 orang dari kecamatan Haruyan, 25 warga Kecamatan Labuan Amas Selatan, dan 20 lansia berasal dari Batang Alai Utara. Penyerahan bantuan Aslut itu sekaligus memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional tahun 2014 dan bertempat di Poskesdes Banua Budi Kecamatan Barabai Kabupaten HST.(av/humashst/amt/al/bin)


Sabtu, 24 Mei 2014

Sebanyak 134 Pambakal Akhiri Masa Tugas


-          Anggaran Per Desa Rp 1 Miliar Tahun 2015
BARABAI – Awal 2015 mendatang, desa-desa di Hulu Sungai Tengah akan mendapat dana cukup fantastis. Anggaran berkisar berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1,4 miliar per desa itu merupakan kucuran yang ditransfer dari APBN. Nilai jumbo bagi ukuran desa tentu membuat sebagian pambakal senang namun tak sedikit galau. Pasalnya, sumberdaya manusia belum siap di tingkat desa.
Kegamangan pasca-pileg 2014 itu makin menjadi. Tepat 16 Oktober 2014 mendatang, sebanyak 134 pembakal dari 161 desa berakhir masa tugasnya. Pemilu tingkat desa tetap digelar usai Pemilihan Presiden 2014 ini. Dan, Pemerintah Daerah Hulu Sungai Tengah enggan menunda pemilihan langsung pambakal itu, disebabkan, pada 2015 mendatang, di HST juga ada gawe besar yakni Pemilihan Bupati HST.
 “Kami siap saja dengan anggaran sebanyak itu, makin besar tambah bagus karena keperluan program desa juga besar, selama APBDes kami Cuma Rp 105 Juta, dan kegiatan fisik hanya Rp 30 juta” kata H Maswani, Pambakal Hilir Banua, Pandawan.
Pambakal Wani, biasa ia dipanggil, membenarkan telah menyiapkan surat pengunduran diri serta mental untuk maju kembali memimpin desa selama 6 tahun kedepan. Ia membenarkan, proses pengunduran diri tidak terlalu rumit namun menunggu deadline yang telah disepakati
Hal senada juga diungkapkan oleh Sadiansyah. Pambakal Patikalain Kecamatan Hantakan itu mengaku akan bersaing untuk maju. Disinggung tentang anggaran desa Rp 1 miliar. Ia terhenyak, pasalnya sumberdaya di desanya tidak cukup. Ia butuh pendamping agar penyerapan bisa maksimal. Sadiansyah tetap minta bantuan BPMPD serta kecamatan agar dana itu tidak ada penyimpangan.
“Asumsinya, makin besar anggaran tentu makin baik, apalagi di Patikalain sangat membutuhkan dana besar untuk membangun, tapi tetap saja harus hati-hati,” kata Sadiansyah.
Kabid Pemerintah Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD-HST) Noor Ilmi mengatakan, seluruh pambakal yang akan mencalonkan kembali wajib mundur dari jabatannya empat bulan sebelum berakhir masa jabatan. Paling lambat ujarnya, 16 Juni seluruh surat pengunduran sudah diterima. Kekosongan itu diisi oleh penjabat sementara dari tokoh setempat.
“Saat ini pambakal masih banyak konsultasi kepada kami dan camat, format surat telah disiapkan. SK langsung diteken Bupati, makanya kami minta surat pemberhentian dibuat lebih awal mengingat proses dan banyaknya pambakal yang mengundurkan diri dan berencana calon lagi,” kata Ilmi, kemarin, (7/5) siang di Barabai sembari menerangkan, lebih 50 persen APBDes 2014 telah cair, atau sebanyak 137 dari 161 Desa.
Sedangkan Kepala BPMPD HST Zain Jailani membuat asumsi, setelah pilpres 2014 pemilihan pambakal tetap digelar. Jika pilpres 1 putaran, ujarnya digelar pada 1 September, kalau 2 putaran digelar minggu ketiga September 2014. Sedangkan pelantikan pambakal akan digelar pada 16 Oktober 2014. Tahap awal Pilbakal tiap 6 tahun itu, katanya lagi, akan dimulai pembentukan panitia pilbakal awal Juni 2014 mendatang.
“Apalagi, tiap desa pada 2015 mendatang akan mendapat dana APBN sebesar Rp 1 Miliar,” tukasnya.
Dari realisasi pembangunan kantor desa 2011-2015, tambah Zain Jailani, terus digerakan. Target RPJM sebanyak 50 unit. Sedangkan realiasi dari APBD sebanyak 8 unit dan pada 2014 in direncanakan kembali membangun 17 unit kantor desa. Namun dari realisasi APBDes berhasil membangun 10 unit dan sebanyak 68 buah kantor desa berhasil direhat dari sumber APBDes.
Bupati HST Dr H Harun Nurasid mengakui tantangan kedepan bagi pambakal makin berat. Dana yang dikelola sangat besar. Ia minta pambakal lebih professional mengelola dana itu. Ia juga berharap, semua pambakal bisa selamat mengelola dana seta tidak terjerat kasus. Jangan ragu bertanya, ujarnya baik ke Camat, BPMPD, Bagian Hukum atawa pihak lain. Bila ragu, tentu dihentikan dulu prosesnya sampai mendapat jawaban yang pasti.
Ia mencontohkan, anggaran daerah Hulu Sungai Tengah dapat diakses secara online berkat kerjasama antara BPK-Pembak HST-Bank Kalsel. MoU itu adalah kesepakatan agar proses transparansi terbukti dan bila ada pelanggaran bisa dideteksi dengan cepat. Bila mendapat dana desa, Harun berharap, pambakal berani menonjolkan efektif, efesien, transparan,serta tata kelola pemerintah yang baik.(amt)

Kebiasaan Gosip Diganti Menjahit


-          IRT Kali Baru Dilatih Buat Sasirangan
BARABAI – Modal latihan selama lima hari penuh yang digagas Dinas Perindustrian, Pertambangan dan Energi Hulu Sungai Tengah membuat sasirangan ternyata sangat berharga bagi kaum ibu rumah tangga. Wabilkhusus kaum ibu dari Desa Kali Baru Kecamatan Batu Benawa berinisiatif menularkan lagi ilmu ibu rumah tangga lainnya.
Hal Itu terlihat dari kegiatan sampingan saban Minggu pagi sampai petang di desa itu. puluhan ibu rumah tangga yang biasa lebih memilih menggosip diajak serta aktif melakoni kegiatan membuat sasirangan. Siapa tahu bisa menghasilkan rupiah dan menambah penghasilan bagi keluarga serta meningkatkan keterampilan.
“Latihan ini baru saja kali laksanakan setelah 5 warga di sini mengikuti pelatihan dan menularkan lagi ilmu itu kepada yang lain,” kata Ketua Kelompok Kerajinan Sasirangan Junjung Buih Kali Baru, Mursida Iriana, saat harian ini mengunjungi lokasi pelatihan tingkat desa yang digagasnya secara mandiri.
Membagi ilmu pembuatan kain khas banjar itu ujarnya dimulai dari penyiapan kain, membuat pola atau motif baik yang klasik atau lebih modern. Dilanjutkan menjelujur atau dijahit, seterusnya pemberian warna dan proses pencucian serta dikeringkan. Semua proses itu harus selesai satu hari itu juga.
“Kain yang kami buat ini sudah ada yang pesan, dan dipromosikan dari mulut ke mulut saja, dananya untuk menutupi biasa kain dan pembelian pewarna yang sangat mahal, itu belum lagi bila proses pewarnaan gagal,” pungkasnya

Bedah Rumah dan Bangun Jalan


-          TNI Laksanakan TMMD ke-92
BARABAI – Aksi prajurit dalam program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Hulu Sungai Tengah kembali berlanjut. Akselerasi percepatan pembangunan fisik tingkat desa yang juga dibantu polisi, dan masyarakat berhasil membangun talud, pengerukan jalan perdesaah, membuat jalan tembus antara Bakapas-Ayuang, bedah rumah tidak layak huni.
Itu terungkap saat serah terima rumah Maimunah usai direhabilitasi oleh TMMD ke-92 Kodim 1002 Barabai di Desa Danggung, Rabu (21/5) pagi yang juga dihadiri Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Sulaiman Aminuddin, Kapolres HST AKBP Iwan Sonjaya, Danyon 621 Manuntung Letkol Inf Wahyu Dili Yudha Irawan. Sebelumnya, Bupati HST H Harun Nurasid dan Laison Officer TNI AU Kodam VI/Mulawarman Kolonel Pnb. Rudy Iskandar juga membuka secara resmi TMMD di Lapangan Dwi Warna Barabai.
Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Sulaiman Aminuddin mengatakan, program kerja dalam rangka pembinaan bidang teritorial yang melibatkan 160 personil dari Kodim 1002 Barabai, Asisten TNI AL, Polres HST dan unsur masyarakat.  Kegiatan, ujarnya dibagi dua yakni fisik dan non fisik yang dipusatkan di Desa Bakapas dan Desa Ayuang dan progresnya mencapai 50 persen.
TMMD mampu membantu pembangunan talud jalan sepanjang1990 meter, pengerukan jalan  pedesaan 995 meter, perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 8 unit. Khusus non fisik mencakup pelatihan pertanian, perkebunan, penyuluhan bahaya narkoba. Pihaknya juga mendapat bantuan dari Pemkab HST sebesar Rp 1,5 miliar.
Kolonel Pnb Rudy Iskandar menyatakan, TMMD  wajib dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Baik, pembangunan fasilitas umum atau non fisik khususnya daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah. sasaran menjadi fokus penting bagi masyarakat seperti kegiatan ekonomi dan mengentaskan masyarakat miskin, sementara kegiatan  non fisik menggugah kesadaran masyarakat.(amt)

H. Arie, Nahkoda Baru HIPMI HST




            BARABAI – Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Hulu Sungai Tengah (DPC HIPMI HST) yang baru resmi dilantik oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPMI Kalsel Zainal Hadi Has, di Ruang Pertemuan Hotel Fusfa Barabai, Kamis (22/5) siang. Adalah HM Arie Yurendra nahkoda baru untuk periode 2014-2017.
            Zainal Hadi Has mengakui, HIPMI adalah organisasi pertamanya dan banyak mengajarkan tentang keberanian, kebersamaan, serta kepedulian. Sebelum bergabung ke HIPMI 3 tahun silam, ia bukan apa-apa. Namun didikan dalam HIPMI luar biasa, sehingga sebagai ketua umum ia mengaku dipaksa mengeluarkan dan menularkan potensi dan menampilakn kontribusi nyata.
            Zainal membenarkan masih terlalu mencintai HIPMI sehingga ia berjanji tetap memberikan kontribusi kendati masa jabatannya berakhir. ia kembali mengaku sedih harus meninggalkan HIPMI.  “Mari kita tingkatkan sumberdaya manusia agar tidak jadi penonton dengan sumbedaya alam yang sangat luar biasa serta bisa bersaing tapi tetap dalam kemandirian dan profesional,” pesannya.
            Sedangkan HM  Arie Yurendra membutuhkan dukungan semua pihak, Arie siap menyukseskan musyawarah daerah. Kedepan, ia membutuhkan dukungan dan bimbingan agar HIPMI lebih hidup di HST dan gaungnya jelas bagi daerah. H Arie mengajak seluruh pengurus HIPMI menyongsong era globaliasi dengan sikap profesional, mandiri, dan sumberdaya yang kompetitif.(av/humashst/amt/al/bin)
          

Putusan Steering Commite Belum Final - Terkait Rekomendasi Pemilihan Ketum HIPMI Kalsel


BARABAI – Tata tertib Pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimatan Selatan (BPD HIPMI Kalsel) masih menunggu keputusan final steering commite (SC). Kesempatan ketiga calon memimpin organisasi tiga tahunan nonpartisan tetap terbuka lebar sebelum Musda 1 Juni 2014 mendatang.
Ketua Umum BPD HIPMI Kalsel Zainal Hadi Has menjelaskan, peluang aklamasi dan dipilih secara demokratis tetap terbuka. Dalam anggaran dasar memang mengharuskan calon melampirkan dukungan berupa rekomendasi dari 13 Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI. Hasil sementara SC, tiap kandidat calon harus mengantongi 3 rekomendasi saat mendaftar.
“SC memang mensyarakatkan 3 rekomendasi BPC untuk 1 calon ketua umum saat mendaftar, alasannya, se Kalsel ada 13 Kabupaten/kota. Saya kembali mendiskusikan, apakah 1 BPC boleh lebih dari  satu rekomendasi, SC mengaku akan merapatkan lagi, karena itu tidak diatur dalam AD/ART dan hanya disesuaikan kondisi saja,” kata Zainal Hadi Has, kemarin (22/5) siang sebelum melantik BPC HIPMI HST di Hotel Pusfa Barabai.
Ia menyilakan SC untuk rapat lagi dan memutuskan apakah 1 BPC boleh menelorkan satu atau lebih dari satu rekomendasi.  Pasalnya, dalam anggaran dasar tidak mengatur secara persis. Aklamasi atau diplih demokratis tetap terbuka. Disinggung 1 kandidat meraup 11 rekomendasi BPC, ia menyilakan saja asalkan rekomendasi itu saat musda bisa dipertanggungjawabkan
Ia menilai, rekomendasi itu terbit berdasarkan hasil pleno tiap BPC dan bukan dari ketua umumnya. Nah, hasil rapat itu yang harus dibuktikan. Tentu, keabsahan rekomendasi para kandidat akan divalidasi lagi saat musda kepada BPC masing-masing.”Saya malah berharap ada debat dan penyampaikan visi misi namun tetap mengedepankan kebersamaan, itu bila kandidat calon ketua lebih dari satu, saat ini SC belum final memutuskan apakah 1 BPC boleh menerbitkan lebih dari 1 rekomendasi,” katanya
Saat ini, ujarnya ada tiga 3 calon Ketua Umum BPD HIPMI Kaslsel yaitu Gusti Ervin Wardhana, Hj Laitina Suria dan Risdianto Haleng. Ia berharap tidak ada permainan uang dan meneruskan sejarah bahwa BPD HIPMI Kalsel sangat memegang harga diri, itu terbukti saat pemilihan HIPMI Pusat dan HIPMI kalsel tidak mau menerima pemberian uang ratusan juta rupiah.
Sedangkan Gusti Ervin Wardhana membenarkan, selain Kotabaru dan HST, telah mengantongi 11 rekomdasi BPC. Pasalnya, dua BPC itu belum ada pelantikan. Ia tetap berharap terpilih secara aklamasi.  Enggan berpolemik, Ervin mengakui, penegasan 1 BPC 1 suara itu adalah keputusan dan ketegasan dari SC. Memang belum final putusan SC sampai menunggu digelar sidang nanti.
Sedangkan Hj Laitina suria mengakui banyak kendala saat ini, kendati belum memegang satu pun rekomendasi, ia tetap menunggu sosialisasi rekomendasi BPC dari SC. Posisinya saat ini hanya turun dan menjalin komunikasi ke 13 BPC se Kalsel dan melakukan pendekatan.”Saya tetap menunggu hasil rapat SC dulU, kan belum final,” tukasnya.
Sedangkan Ketua BPC HIPMI HST H Arie Yurendra yang kemarin baru dilantik belum berani membuka hasil rekomendasi HST terkait musda dan pemilihan ketua umum BPD HIPMI Kalsel. Ia mengaku akan membicarakan dalam rapat dengan pengurus terlebih dahulu. Karena baru saja dilantik.(amt)


Berbondong Bondong Minta Dioperasi
-          Penderita Katarak di HST Tinggi

BARABAI – Kekurangan nutrisi, penyakit diabetes serta tingginya paparan sinar matarahari iklim tropis ternyata jadi pemicu tumbuh suburnya penderita katarak. Bahkan, Indonesia menjadi Negara engan laju penderita katarak tertinggi kedua  negara-negara ASEAN. Tak terkecuali Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Hal itu diperkuat rilis resmi Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) bila Hulu Sungai Tengah sangat banyak terdekteksi penderita katarak. Rata-rata pasien telah menderita katarak 2-3 tahun lebih dengan lingkup usia cukup lanjut serta keterbatasan finansial dan tinggal jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan.

Data itu kembali terungkap saat Bakti BCA Gelar Operasi Katarak Gratis ke Barabai, selama tiga hari  dipusatkan di ruang operasi RSUD H Damanhuri Barabai.  Tingginya angka penderita katarak di bumi murakata terlihat dari membludaknya pasien. Awalnya, kouta 150 penderita katarak. Pendaftar belakangan terus bertambah. Catatan terakhir sekurangnya 233 penderita katarak menunggu antrian untuk dioperasi.

Contohnya H Nasib, 60 tahun. Ia datang bersama 4 warga Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara. Hari pertama, ia sukses menjalani operasi katarak mata kanan sekitar jam 12 malam. Nelayan ikan air tawar itu mengakui, 3 tahun terakhir penglihatan sepasang matanya makin buram.

“Ini mata kiri juga mulai kabur dan ada bintik putih yang makin membesar,” kata Nasib sembari membuka mata kiri dan memperlihatkan gejala katarak.

Pasca-operasi dini hari malam sebelumnya, H Nasib kembali ke rumah sakit untuk berkonsultasi ke tim dokter Perdami, niatnya, minta operasi lanjutan mata bagian kiri. Bapak 6 anak itu terharu usahanya bisa dilaksanakan namun harus menunggu antrean. Kendati berusia cukup lanjut, dari pengakuannya, tidak takut dioperasi.

“Bila lebih banyak kebaikan sesudah disbanding mudaratnya, tentu saya mau dioperasi lagi apalagi gratis,” imbuhnya senang.

Lain lagi dengan kasus Siti Aminah, peserta operasi katarak berusia 63 tahun asal Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan membenarkan, proses mengurus operasi gratis sangat mudah. Ia hanya minta bantu puteranya melengkapi administrasi. Semua proses, terangnya tidak berbelit-belit, baik tingkat puskesmas, rumah sakit, sampai dioperasi.

“Saya tidak keberatan dibedah lagi  karena kedua mata ini sudah sakit katarak selama 3 tahun,” ungkap Aminah sembari duduk di atas kursi roda.

Nasib baik juga dialami Kosim, warga Ilung, Kecamatan Batang Alai Utara itu awalnya ragu bisa dioperasi gratis mengingat indikasi kadar gula darah cukup tinggi. Belakangan, setelah diperiksa untuk cek akhir dan menjalani tes darah. Dokter mengizinkan masuk ruang bedah agar mata kanannya kembali normal.

Kepala Dinas Kesehatan drg Kusudiarto telah menyiapkan seluruh data sejak 3 bulan silam saat mendengar BCA ingin menggelar operasi katarak. Data awal puskesmas se HST terdaftar 185 orang, itu belum lagi tambahan penderita mendafta ke rumah sakit sebanyak 32 warga. Terhitung dari kemarin saja, ada lagi tambahan 16 pendaftar langsung. Ia memperkirakan jumlah angka itu terus meningkat.

“Untungnya BCA tidak membatasi layanan jumlah pasien, artinya tetap diterima, itu pun tergantung kekuatan tim dokter, bila tidak selesai, bisa dicicil perminggu asalkan ada back up dari BCA,” timpalnya.

Pasien yang tinggal di Pegunungan seperti Hantakan, Batang Alai Timur, Haruyan jadi prioritas utama.  Sekitar 30 pasien datang lebih awal dan diinapkan di beberapa rumah sebelum tiba ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Nah, baru kemarin pasien asal Barabai Kota yang banyak tiba.”Mereka bisa langsung datang, tidak halnya dengan pasien jauh dari pegunungan,” tambah Kusudiarto.

Head of CSR BCA Sapto Rachmadi mengatakan, tiap tahun selalu ada operasi katarak dan sedikitnya 5 kota seluruh Indonesia. Selain operasi katarak, BCA tetap memberikan layanan kesehatan seperti pengobatan gratis, donor darah dan bidang lain seperti budaya, pendidikan, dan lingkungan. BCA ujarnya mendukung prgroam WHO Vision 2020: The Right to Sight yang intinya penderita katarak mendapat pengobatan layak dan kembali melihat normal.

Bambang Kuncoro, Kepala BCA KCU Banjarmasin membenarkan operasi itu berdasarkan data valid Perdami yang mendeteksi Barabai banyak penderita katarak. Semua peralatan  diangkut ke Barabai dari Jakarta lengkap tim dokter yang berkompeten di bidangnya.

Hasil rilis resmi Manajer SPBK Perdami dr Rita Polana, S.PM ikut membenarkan, Indonesia jadi Negara kedua tertinggi penderita katarak se ASEAN. Penderita mencapai 1, 5 persen atau 2 juta jiwa. Dan, tiap tahunnya bertambah 240 ribu jiwa. Penderita sangat rentan mengalami kebutaan akibat katarak serta sulit mendapat layanan kesehatan.  Sebagian besar tinggal di kantong-kantong kemiskinan. Jadi, ujarnya , menunggu peran pemeritah saja tidak cukup, dibutuhkan peran lebih swasta.(amt)




Warga Kurang Beruntung Nikmati Operasi Katarak Gratis
-          Dari Bakti BCA bersama SPBK Perdami dan  Pemkab HST
BARABAI – Sekurangnya, 200 lebih warga kurang beruntung penderita katarak se Hulu Sungai Tengah berhasil menjalani operasi gratis. Adalah Bank Central Asia Tbk (BCA), Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami), dan Pemerintah Daerah Hulu Sungai Tengah (HST) mewujudkan mimpi itu.
Operasi Katarak Bakti BCA gratis sendiri dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah H Damanhuri Barabai serta langsung disaksikan oleh Bupati HST Dr H Harun Nurasid, Ketua TP PKK Hj Tintainah Harun Nurasid. Dan, Head of CSR BCA Sapto Rachmadi,  Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Banjarmasin Bambang  Kuncoro, dan Pengurus SPBK Perdami, Selasa (20/5) siang. rencananya, operasi katarak gratis itu dihelat selama 3 hari.
Operasi gratis Bakti BCA dinilai Bupati HST Harun Nurasid luar biasa. Pasalnya, Barabai bukan daerah operasional BCA namun tetap menyalurkanCorporate Social Responsibility bagi warga Barabai. Ia berharap, usaha itu berkah, yang membantu tambah sehat, perusahaan makin besar.
 “Mata kan jendela dunia, dari gelap tiba-tiba terang, tentu membanggakan bagi warga penderita katarak,” kata Bupati Harun sembari berharap BCA mau membuka kantor operasional ke Barabai.
 Kepala BCA KCU Banjarmasin Bambang Kuncoro mengatakan,  Bakti BCA operasi katarak gratis adalah bentuk komitmen CSR BCA untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Dari rilirs Perdami, Barabai terdekteksi banyak penderita katarak, itu tak lepas dari peran aktif puskesmas.
Head of CSR BCA Sapto Rachmadi menjelaskan, tiap tahun ada 5 sampai 6 kali melaksakan operasi katarak gratis se Indonesia. Tiap lokasi,  sekitar 150-200 penderita katarak berhasil dioperasi. CSR BCA, kata Sapto Rachmadi, disalurkan berbagi ke pelbagai sektor seperti  budaya, kesehatan, pendidikan, dan lingungan.(amt)

Sabtu, 10 Mei 2014

Desa Ilung Batara Sabet Juara Lomba Desa Terbaik


BARABAI - Pambakal Desa Ilung Kecamatan Batang Alai Utara, Muhammad Effendi terlihat bahagia. Ia adalah penerima tropi juara pertama lomba desa terbaik tingkat kabupaten HST 2014, dan Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid langsung menyerahkan hadiah itu kepada kemarin.
Desa Ilung berhak menjadi juara pertama dan membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 12,5 juta setelah menyisihkan 161 desa termasuk Desa Banua Hanyar dan Desa Pangambau Hilir Luar yang menjadi juara dua dan ketiga. Semntara itu Kelurahan terbaik diraih oleh Kelurahan Barabai Utara.
Effendi mengungkapkan rasa syukurnya setelah Desa Ilung yang dipimpinnya meraih penghargaan terbaik tersebut, menurutnya hal ini tidak dapat diraih tanpa kerja keras seluruh aparatur desa dan bimbingan dari pemerintah kecamatan serta bantuan dari pemerintah kabupaten HST dibawah kepemimpinan Bupati Harun.
Bupati HST H Harun Nurasid sendiri dalam sambutannya mengungkapkan dalam pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah desa sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten diharapkan mampu meberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Menurutnya agar dapat melaksanakan tugas tersebut pemerintah desa atau kelurahan harus didukung oleh dua faktor yang penting.
“Faktor pertama adalah penerjemahan kemampuan organisasi  dan yang kedua adalah kemampuan sumber daya manusia yang baik, semakin cepat mengenali masalah dalam organisasi dan memformulasinya, maka semakin cepat pula bisa memformulasi beragam alternative pemecahan masalah tersebut,” ujarnya
Ia juga mengharapkan lomba desa ini dapat memotivasi desa lainnya untuk terus meningkatkan pelayanan mengingat pemerintah desa dan kelurahan lah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.(amt)